Sepanjang 29 Oktober hingga 6 November 2025, AIPJ3 menyelenggarakan serangkaian Lokakarya Strategi Keterlibatan dengan mitra masyarakat sipil dan pemerintah. Lokakarya ini menjangkau 264 peserta (121 peserta laki-laki dan 143 peserta perempuan) dari 48 organisasi masyarakat sipil/universitas dan 26 Kementerian/Lembaga untuk mengidentifikasi prioritas strategis bersama. Rangkaian lokakarya sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk menjalin ulang kerja sama dan bertukar wawasan.

Ini juga akan menjadi dasar bagi Rencana Kerja Tahunan AIPJ3 (yang akan jatuh tempo pada Februari 2026) dan akan diperbarui secara berkala melalui sesi refleksi bersama mitra-mitra secara partisipatif.

Deputi Kerja Sama Internasional BNPT Andhika Chrisnayudhanto dalam sesi PVE bersama Manajer Strategi PVE AIPJ3 Afnia Sari
Deputi Kerja Sama Internasional BNPT Andhika Chrisnayudhanto dalam sesi PVE bersama Manajer Strategi PVE AIPJ3 Afnia Sari

Diskusi sepanjang lokakarya berlangsung dinamis dan kolaboratif — merefleksikan fondasi kerja sama yang kuat, yang mendasari implementasi program. Berdasarkan sesi-sesi diskusi mendalam, tim AIPJ3 telah mengembangkan enam rancangan Strategi Keterlibatan yang meliputi: Transparansi dan Akuntabilitas; Reformasi Peradilan Pidana; Hukum Komersial dan Perubahan Iklim; Pencegahan Ekstremisme Kekerasan dan Penanggulangan Kejahatan Transnasional; Akses terhadap Keadilan; dan Perempuan dalam Kepemimpinan.

Strategi-strategi ini bertujuan agar AIPJ3 mempertajam fokus kebijakan, memastikan kegiatan-kegiatan terlaksana dengan selaras dan saling memperkuat, serta memandu implementasi yang adaptif sepanjang durasi program. Dokumen-dokumen ini juga akan menjadi dasar bagi Rencana Kerja Tahunan AIPJ3 (yang akan jatuh tempo pada Februari 2026) dan akan diperbarui secara berkala melalui sesi refleksi bersama mitra-mitra secara partisipatif.