Perkenalkan Hakim Dian Anggraini, S.H., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Negeri Purwokerto. Selama 23 tahun mengabdi, ia konsisten memperjuangkan hak-hak para pencari keadilan. Kini, selain menjalankan peran di ruang sidang, ia juga mendedikasikan diri sebagai mentor untuk hakim perempuan agar semakin banyak perempuan menjalankan peran strategis dalam sistem peradilan.

“Dalam berbagai profesi, perempuan sering menghadapi tekanan dan dilema. Sebagai hakim, kami sering menghadapi kasus-kasus besar yang menuntut ketegasan dan profesionalisme yang tinggi. Empati yang terkadang timbul harus tetap memperhatikan rasa keadilan. Di sisi lain ada stigma sosial bagaimana “seharusnya” perempuan dalam menyeimbangkan karier dan keluarga. Di awal karier, saya sempat mengalami kebimbangan untuk tetap lanjut atau mundur sebagai hakim, demi keluarga ideal pada umumnya. Namun dengan dukungan keluarga pula serta pengalaman, saya semakin mantap untuk tetap berjuang, berpegang teguh pada nilai integritas dan profesionalisme di ruang keadilan. Saya yakin semua atas izin Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.”

Hakim Dian Anggraini
Hakim Dian Anggraini

Melalui program mentoring yang diinisiasi oleh Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI) yang bernaung di bawah Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI), Ibu Dian semangat untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, membangun solidaritas dan saling mendukung antar hakim perempuan. Baginya, keadilan tidak hanya diperjuangkan melalui putusan di ruang sidang, tetapi juga melalui usaha kolektif untuk membuka jalan bagi generasi berikutnya. Justice-Rights-Actions (Keadilan-Hak-Aksi) menjadi nyata dalam keseharian Ibu Dian.

“Memang tidak mudah ketika kami menjadi satu-satunya hakim perempuan dalam majelis. Namun melalui pelatihan mentor, saya belajar bahwa perempuan punya ciri khas kepemimpinan antara lain ketelitian, ketekunan, dan integritas. Ketika berhadapan dengan perkara perempuan dan anak, kepekaan dan etika kami menjadi elemen penting, bersama dengan komitmen untuk terus belajar aspek-aspek perkembangan hukum, sehingga bisa menghasilkan keputusan yang adil dan berpihak pada korban.”

Pada 13 Januari 2026, atas dukungan Pemerintah Australia melalui AIPJ3, BPHPI meluncurkan Buku Panduan Program Mentoring untuk Hakim Perempuan, sebuah langkah konkret untuk memperkuat kapasitas, memperluas kesempatan, dan mendorong perubahan positif di lingkungan peradilan. Ibu Dian adalah satu dari 15 kandidat mentor yang mewakili seluruh lingkungan peradilan: Umum, Agama, Militer, dan Tata Usaha Negara.

Melalui orientasi perdana pada Februari 2026 dan pertukaran pengetahuan strategis dengan hakim Federal Circuit and Family Court of Australia (FCFCOA), ibu Dian dan para mentor siap menjadi role model bagi para mentee.

Baca juga: Buletin AIPJ3 Edisi ke-4 | Maret 2026